Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2012

TUJUH KAIDAH DI BALIK MUSIBAH


      Mr. Problem (sebutan bagi masalah) merupakan sesuatu yang tentunya banyak orang yang ingin menghindarinya bahkan inginnya jauuuuh darinya. Tapi yaaah~ mau gimana lagi? Ia-kan merupakan salah satu sahabat kita yang paling setia menemani kita higga kita mati (bahkan di dalam kematian pun ia masih bisa menemani kita!?). Tatkala masalah meruncing, kegembiraan berkurang. Tatkala hidup sedang rumit atau terjepit, keriangan hati menghilang. Kemudian, tatkala musibah menerpa, reaksi negative orang pun bermacam-macam. Yang tak sabaran kerap melampiaskan kemarahan, yang melankolis suka berendam dalam kemurungan. Saat tertimpa musibah, pikiran kita sering disibuki oleh kegiatan mengambinghitamkan keadaan, diri sendiri atau orang lain. Laju detik dan menit terasa menghimpit. Rongga dada sesak, tengkuk terasa kaku seperti kayu, tapi tenaga lekas lemas terkuras.

Musibah itu ada tiga jenis: (1) Hukuman atas dosa dan maksiat, ciri-cirinya si penerima terus mengeluh; (2) Penghapusan dosa, ciri-cirinya si penerima bersabar; (3) Pengangkatan derajat, ciri-cirinya si penerima ridha ... merasa sedang di uji dan dipilih Allah SWT
-Syekh Abdul Qadir Jailani-

          Kita semua tahu, untuk naik kelas, seorang siswa harus lulus ujian. Supaya cepat naik jabatan, seorang karyawan mesti mengantongi sederet prestasi. Begitupun sebagai hamba Allah. Agar menempati posisi istimewa di sisi-Nya, kita harus lulus dalam menjalani aneka ujian kehidupan.
          Ruang ujian Allah pada hamba-Nya terdiri atas empat perkara: (1) diri, yakni raga dan nyawa; (2) harta; (3) kehormatan; serta (4) keluarga atau orang yang dicintai. Pada keempat hal inilah Allah menurunkan rupa-rupa derita yang tak diingini manusia, seperti: sakit, sekarat, belenggu kemiskinan, kondisi keterhinaan, rasa kehilangan dll. Supaya derajat kehambaan kita meningkat, kita harus senantiasa sadar bahwa tatkala derita atau kesulitan menerpa, Allah sesungguhnya sedang menguji keimanan kita. Allah sedang menilai kualitas penghambaan Anda pada-Nya.
          Saudara-saudaraku yang baik hatinya. Pegangi dan yakini dengan sepenuh hati kaidah-kaidah berikut ini, niscaya engkau tangguh dalam melintasi kesulitan hidup:

1.   Keadaan pasti berubah, berpindah dan berganti. Allah menakdirkan berpasang-pasang hal yang saling berlawanan. Tiap pasang mempunyai batas masing-masing. Tatkala salah satu telah sampai pada batasnya, ia akan berubah menjadi kebalikannya.Kaidah pergiliran / pergantian ini menurut Ibnu Qayim berlaku pada pasangan ‘siang-malam’, ‘tanam-panen’, ‘sehat-sakit’, ‘kaya-miskin’, ‘lapang-sempit’, ‘senang-sedih’, ‘jumpa-pisah’, ‘cinta-benci’, ‘mulia-hina’, ‘menang-kalah’,’gagal-sukses’, dll.

Hikmah yang dapat kita petik dari kaidah pertama ini adalah bahwa tiada kesempitan abadi di dunia ini. Cepat atau lambat, kesempitan pasti berganti menjadi kelapangan. Kesulitan pasti berubah jadi kemudahan. Itulah kehendak Allah Sang Mahatahu. Inilah kebenaran sederhana yang mudah diterima nalar. Sungguh menyedihkan bila ada orang yang meyakini bahwa keadaan sedih, sulit, sakit, hina, kalah, atau gagal bersifat abadi di dunia ini!

2.   Semua musibah pada mulanya terasa besar, tetapi pada akhirnya pasti mengecil. Kepanikan tak mungkin berlangsung lama. Benturan dan tekanan terasa berat hanya pada awalnya saja. Segala masalah pasti mengerut, mengecil, dan akhirnya menghilang. Kita harus sabar menghadapi benturan pertama supaya beroleh pahala. Sabar pada benturan merupakan ciri khas orang mulia.

Saat tertimpa kesulitan hidup, kita tak boleh beranggapan bahwa kita akan menderita seterusnya. Musibah itu laksana tamu. Ia pasti meninggalkan kita. Cepat atau lambat, ia akan menjauh, hingga akhirnya menghilang dari keseharian kita. Musibah tak akan menghabisi kita laksana maut. Musibah diturunkan Allah untuk tujuan menyucikan , menguji, memberi pelajaran, atau menghapus dosa-dosa kita.

3.   Tanpa ada musibah, kita tidak akan tahu nilai sebuah nikmat, ketenangan, dan kesehatan. Saat tertimpa musibah, kita baru sadar betapa bernilai dan indahnya suatu nikmat.

Saat terbentur musibah, kita jadi mengingat hari-hari yang menyenangkan dan saat-saat yang menggembirakan. Kemudian, tatkala benturan musibah itu berlalu kita jadi lebih menghargai nikmat yang pernah kita terima, mensyukurinya, dan berusaha mengikatnya dengan bertekad untuk lebih taat kepada Allah SWT.

4.   Beban suatu musibah sedikit demi sedikit pasti berkurang dan lama-lama akan menghilang. Begitulah ketentuan yang digariskan Tuhan. Masalahnya, orang sering kali tak sadar bahwa musibahnya telah berlalu ... bahwa dirinya telah kembali ke kondisi normal. Sebagian orang malah berupaya menghidup-hidupkan beban musibah yang telah dilaluinya.

5.   Semua peristiwa terjadi atas pilihan Allah. Setiap kebaikan atau keburukan yang diturunkan Allah kepada seorang muslim adalah pilihan terbaik baginya. Musibah yang menimpa seorang hamba pun merupakan kebaikan baginya. Kenapa? Karena di balik setiap ujian, ada hikmah dan rahasia kebaikan. Bukan tugas kita untuk mengungkap rahasia di balik musibah yang sedang kita alami. Tugas kita hanyalah menerima musibah itu dan berserah diri kepada Allah. Lantas, agar hati kita tak gundah saat menghadapi masalah atau musibah, kita perlu memegangi prinsip berikut ini:”Apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik baginya, dan apa yang dianggap buruk oleh manusia belum tentu buruk baginya. Sungguh Allah yang lebih tahu.”

6.   Tatkala musibah telah mencapai puncaknya, saat itulah giliran kemudahan dan kelapangan tiba. Jika kesulitan telah mencapai puncaknya, jalan keluar pasti datang. Itulah aturan yang sudah Allah gariskan untuk alam. Sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan akan kembali menjadi kekurangan lalu berujung pada kepunahan.

7.   Tatkala seorang hamba merasa segala upayanya telah menemui jalan buntu, saat itulah giliran kelapangan dan kegembiraan tiba. Ketika seorang hamba sudah tidak punya harapan lagi kepada sesama manusia, harapan kepada Allah akan timbul dihatinya. Itulah fitrah manusia. Jika sudah sampai pada tahap demikian, maka yang harus dia lakukan adalah kembali kepada Allah, bersujud sepenuh hati, seraya mengakui segala kekurangan dan ketidakmampuan, lalu memanjatkan harapan dan permohonan. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang berharap kepada-Nya. Inilah sunah yang tak akan pernah berubah, sampai kapan pun. Hanya saja, satu hal yang perlu kita ingat, sunah ini tidak berlaku bagi hamba yang masih menyekutukan-Nya.

Sumber:
-     Suara granada, Edisi 004/II/2012

Kamis, 22 September 2011

SANG PEMBELA


Setiap orang mungkin telah memiliki pegangan (pedoman) hidupnya masing-masing untuk beraktifitas dan menjalani kehidupannya sehari-hari. Pedoman hidup ini bisa berupa dan didapatkan dari sebuah buku undang-undang/peraturan-peraturan, buku teori/praktis, novel, sampai ke kitab suci. Pedoman hidup ini merupakan acuan dasar yang menjadi sebuah prinsip-prinsip dalam hidup. Hiyaaah~ itu mungkin bagi seseorang yang memiliki ideology, konseptual, sistematis, berprinsip, juga berpendirian. Bagi yang tidak, mungkin mereka hanya mengikuti arus lingkungan yang terbawa kesana-kemari hingga pada suatu hari mereka kebingungan (karena tidak berpendirian tetap) dan akhirnya terhempas dari muka bumi ini.

Dan ironisnya lagi banyak diantara kita yang tidak menyadari apakah pedoman hidup atau kehidupan yang kita pilih dan kita jalani ini merupakan benar-benar keinginan kita yang sesungguhnya atau merupakan hasil dari doktrin-doktrin ideologis dari luar yang tidak kita sadari telah mencuci otak kita dan membuat seakan-akan itu benar-benar pilihan kita!?(Nah loh, bahasanya udah mulai membingungkan!?)
Baiklah, apa pun itu dalam kesempatan ini saya hanya ingin menuliskan apa yang ada dipikiran saya yang saya dapatkan dari sesuatu yang saya baca (hehehe…). Yang saya tulis ini yaitu mengenai pedoman hidup seluruh umat manusia yang telah didapatkan, diperjuangkan, dan diyakini, juga yang telah diturunkan kepada seorang Nabi besar Muhammad SAW.,yaitu Kitab Suci Umat Islam à Al-Qur’an. Dan saya ingin berbagi mengenai salah satu kelebihan Al-Qur’an ini diblog ini^^
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : “Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca menghadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

Nah, itulah sesuatu yang saya baca dan saya bagikan diblog ini. Gara-gara ngga sengaja baca ini, saya segera membaca Al-Qur’an yang terakhir kalinya saya baca dibulan Ramadhan kemarin  (Jyahahaha~).
Salah satu kelebihan Al-Qur’an ini adalah pada suatu saat nanti ia akan menjadi pembela di akhirat nanti. Al-Qur’an ini akan datang kepada kita…eh! Ups! Maksudnya kepada ahli-ahlinya. Kan nanti dia bakal nanya,”Kenalkah kamu kepadaku?”Kalau kita benar-benar mengenalnya dengan suka membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkannya, yaaah~kita pasti ingatlah. Jyaaah~kalau jarang bahkan tidak sama sekali!? Emang diakhirat nanti kita bisa pura-pura kenal gitu!? SNSD, eh! SKSD maksudnya, alias Sok Kenal Sok Dekat gitu!?= =a. Dan hebatnya lagi kalau kita benar-benar kenal, dekat, bergaul, sahabatan, cs-an ma Al-Qur’an ini, kata Rasulullah SAW., orang tua kita juga kena imbasnya amalan-amalan baik kita itu diakhirat. Subhanallah, sekali yaah~. Yaaah~ udah mah di dunia banyak dosa ke orang tua, sering ngerepotin dan bikin susah orang tua, masa di akhirat juga masih ngga bisa membalas pengorbanan orang tua sich. Yaaah~setidaknya kalau di dunia ngga bisa ngebahagiakan, yaah~ bahagiakanlah orang tua kita di akhirat nanti.>.<
Yahahaha~ Semuanya tergantung pemahaman dan keyakinan masing-masing. Bagi yang percaya, yakin, beriman dan bertaqwa, yaaah~ maka Al-Qur’an inilah yang akan menjadi pedoman hidupnya. Semoga Allah SWT., memberikan Hidayah, Inayah beserta Petunjuk-Nya kepada kita, agar kita selalu berada di jalan yang lurus, benar dan diridhai-Nya. Amin


J.A.Y SS
Habis Gelap, terbitlah Terang

Kamis, 04 Agustus 2011

SHARE With My MASTER mengenai IBLIS DAN SYETAN


Nyahaa~ mau berbagi cerita nich. Kemarin sore saya di amanahi untuk memberikan sesuatu ke Master Reiki saya yang tinggal di BaleEndah (Bandung Selatan), sesampai disana beliau lagi membaca Al-Qur’an jadi saya pun menunggunya hingga menyelesaikan bacaannya, setelah itu baru memberikan amanahnya. Nah, disaat itu master saya ingin menyampaikan sesuatu kepada saya yang harus saya pahami dan dalami yang juga menjadi PR saya sebelum dilakukan tune-up (Inisiasi kenaikan tingkat) lebih dalam lagi dipertengahan bulan Ramadhan nanti pas bulan purnama. Hmm… sebelumnya beliau bertanya pada saya, “Jay, kamu tau apa perbedaan Iblis dan Syetan?” Hmm… kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu yawh? Jyaaah~ saya pun menjawab, “Iblis itu Jin pertama yang diciptakan Allah, seperti Adam yang merupakan manusia pertama ciptaan Allah. Namun, Iblis telah ingkar dan kafir kepada Allah dan ia telah berikrar untuk menjerumuskan manusia ke dalam kekafiran dan zalim. Sedangkan syetan itu adalah pengikut Iblis yang merupakan golongan dari Jin dan Manusia.” Begitulah jawabku.

“Iyaah, itu merupakan pengertian yang bagus dan kamu sudah memahami itu. Dan coba kamu dalami lagi ini: Iblis itu adalah sang penggoda, the master plan dalam merancang dan merencanakan strategi-strategi hebat untuk menjerumuskan manusia dalam kekafiran dan menjatuhkan iman. Sedangkan syetan itu adalah pengajak yang menjalankan rencana-rencana Iblis itu langsung dipraktekan kepada manusia. Perbedaannya Iblis itu tidak terikat oleh ruang dan waktu karena dia berasal dari bangsa Jin, sedangkan syetan itu tidak hanya dari bangsa jin tetapi dari golongan manusia juga jadi ia ada yang terikat oleh ruang dan waktu. Namun, syetan yang paling kejam itu justru berasal dari golongan manusia, maka waspadailah itu!!” Masterku menjelaskan. Saya pun menyimaknya dengan serius. “Syetan itu ada dalam diri kita, mereka ikut mengalir dalam darah kita.” Beliau bertanya, “Dalam diri kamu ada musuh? Saudara kamu bisa jadi musuh? Teman kamu bisa jadi musuh?... Yaaah~ mereka bisa menjadi musuhmu, siapa pun yang mengajakmu kepada kezaliman, maksiat dan kafir mereka adalah syetan dan itu adalah musuhmu!(Disadari atau tidak).”

Hmm… aku pun mulai merenungi itu. Dan teringat tentang pendiri satanisme yang menjadi kebudayaan modern saat ini, pelopornya adalah Aleister Crowley. Jika kita teliti sejarahnya, sebenarnya pemikiran-pemikiran dia dalam satanisme itu bukan hasil pemikiran dia sendiri!? Crowley menyatakan, “roh jahat yang akhirnya dia ketahui sebagai syetan telah mendiktekan sebuah buku kepadanya pada tahun 1904 dengan judul “The Law”. Berpuluh-puluh tahun sebelum ada pembicaraan/isu tentang alien dan UFO, Crowley telah menggambar sketsa makhluk yang telah menghubungi dia, namanya: “Lam”… Lam adalah utusan Horus (Dajjal). Lam memberi intruksi kepada Crowley untuk duduk dihadapan meja selama 3 hari berturut-turut. Ketika Crowley melakukannya, tubuhnya di ambil alih dan tangannya mulai menulis secara otomatis pesan-pesan dari syetan yang menjadi sebuah buku yang berjudul the book of the law. Melihat kisahnya jelaslah bahwa syetan (manusia) tidaklah sendiri karena ada syetan (jin) dan sang master plan (iblis) bekerja sama untuk melaksanakan semua rencana-rencana/agenda-agenda untuk menghancurkan iman manusia itu sendiri.

Hmm… saya pun harus benar-benar merenungkannya dan memahaminya. Tidak hanya itu saya pun ditugaskan untuk mempelajari QS. An-Nahl [16], mungkin disurat tersebut ada petunjuk yang bisa membuka sesuatu. Master saya berkata seperti itu secara spontan, karena disaat membaca Al-Qur’an ia menemukan banyak gambaran-gambaran, dan buku di dalam hatinya katanya terbuka dan ia harus menyampaikan hal tersebut pada saya. Hmm… Semoga bermanfaat yawh~

J.A.Y SS
Minazh zhulumaati ilanNuur

Referensi:
- Youtube: Satanisme Kebudayaan Modern

Senin, 01 Agustus 2011

BERSIHKAN Ke TUJUH CAKRA DI BULAN RAMADHAN

Marhaban Ya Ramadhan…^^
YAHOO~ tak terasa kita sudah memasuki di bulan suci dan mulia ini. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan baik, membuat amalan-amalan yang lebih baik untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat kelak.

Izinkan saya untuk berbagi wawasan dan pemikiran dengan para pembaca sekalian mengenai bulan Ramadhan ini, bedanya jika di momen ini banyak para da’i yang mengulas mengenai keagungan bulan yang penuh berkah ini dengan ceramah-ceramah yang berisikan definisi, makna, cerita dan hikmah-hikmahnya untuk mengingatkan kita dan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Kali ini saya pun mencoba share mengenai manfaat beribadah di bulan ramadhan untuk membersihkan cakra-cakra yang ada didalam diri kita.

Bagi yang suka nonton naruto, avatar dan lain sebagainya tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah cakra. Apa sich cakra itu? Dalam Reiki, Cakra merupakan bagian dari tubuh energi yang berbentuk seperti bunga teratai transparan dan menjadi pusat (pintu) bagi keluar-masuknya energi ke dalam tubuh. Cakra dapat juga disebut sebagai pusat energi, terbentuk dari pertemuan nadi-nadi energi. Nah, fungsi cakra itu sendiri adalah:

  1. Sebagai pintu keluar-masuknya energi ke dalam tubuh
  2. Sebagai pusat-pusat kesadaran
  3. Memengaruhi dan mengatur system saraf
  4. Mengatur dan memengaruhi system kelenjar
  5. Mengatur dan memengaruhi aura.

Pada tubuh kita ini terdapat tujuh cakra utama, yaitu:
  1. Cakra dasar
  2. Cakra seks
  3. Cakra pusar
  4. Cakra jantung
  5. Cakra tenggorokan
  6. Cakra ajna/mata ketiga
  7. Cakra mahkota

Dalam peranannya dan bagaimana cakra tersebut bisa dibersihkan, izinkan saya membahasnya dan memfokuskan pada 5 cakra diantaranya.

A.    Cakra Seks
Merupakan cakra yang paling sacral, umumnya berurusan dengan energi seksual kita. Dalam islam ada konsep, “halal” dan “haram”, atau “diberkati” dan “dilarang” oleh Allah SWT. Dalam banyak kesempatan, praktek-praktek tertentu dapat berupa “diberkati” atau “dilarang” bergantung pada situasi kita. Jadi seks, misalnya akan diberkahi jika itu terjadi dalam suatu pernikahan. Cakra seks akan bisa menghasilkan energi yang sehat, ketika diperkaya dibawah lingkungan yang sesuai. Maka hubungan pranikah akan dikucilkan, sementara pernikahan akan didorong (didukung) dan harus di anut oleh semua komunitas dan masyarakat.
Di bulan puasa ini kita tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi juga kita harus menahan dorongan seks yang muncul di dalam diri. Dengan menjaga dan memelihara diri dari pandangan yang dapat merangsang (Blue-film contohnya), itu dapat membersihkan cakra seks kita dan akan menyehatkan jiwa dan pikiran kita.

B.      Cakra Pusar / cakra pusat / cakra perut
Terletak di sebelah perut kita dan itu berhubungan dengan kekuatan pribadi dan penyimpanan kekuatan kehidupan (prana). Untuk membangun kekuatan hidup kita dengan benar, kita harus makan makanan yang sehat dan alami. Apa yang kita dan keluarga kita makan, harus berasal dari hidup yang jujur agar menjadi “berkah”. Makan makanan yang haram dan dari uang haram hanya akan membahayakan jiwa kita.
Di bulan puasa ini pola makan kita pun teratur dan agar kondisi fisik kita terjaga maka, makanan sahur dan buka pun harus mengandung vitamin, gizi, dan protein yang baik. Dengan begitu energi cakra pusat dapat mengalir dengan baik.

     C.       Cakra Jantung
Cakra Jantung berkaitan dengan kasih sayang, cinta, rasa hormat, dan pemenuhan emosional. Dan itu dapat dicapai melalui hubungan yang sehat, penuh cinta dan harmonis antar manusia juga seluruh makhluk dan alam semesta. Hanya melalui kasih sayang kita bisa tumbuh sehat sebagai masyarakat.
Dibulan puasa ini kita pun harus berlomba-lomba dalam kebaikan, karena amalan-amalan kita di bulan ini akan dilipatgandakan. Banyak-banyaklah beramal shaleh, baik itu dengan bersedekah, infaq, menyayangi anak yatim, membantu banyak orang, bakti social dan lain sebagainya.

    D.    Cakra Tenggorokan
Cakra tenggorokan berkaitan dengan komunikasi dan ekspresi diri.  Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS.Al-Ashr[103]:2-3)

Saling mengingatkan antara satu sama lain dan memberikan nasihat yang baik mengenai amalan-amalan yang saleh. Mengajak orang untuk berbuat kebajikan. Membela yang benar, menegakkan keadilan. Bersikap sabar, menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang dan hindari gosip menggosip.
JYA-HA~>o<

E.    Cakra Mahkota
Cakra mahkota berkaitan dengan kebijaksanaan, intuisi, kesadaran dan spiritualitas. Yowh~ di bulan yang penuh berkah, yang mulia dan penuh hikmah ini mari kita bersama-sama berusaha untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas dalam diri kita. Jadikan diri lebih sabar dan bijak, bermanfaat bagi sesama. Ikhlas dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Karna ini momen yang tepat untuk semakin dekat dan bersahabat dengan Yang Maha Pencipta.

Hanya dengan memperkaya masing-masing cakra tersebut dengan cara yang benar, kita dapat mencapai potensi yang luar biasa sebagai manusia (khalifah). Maka kita harus berinvestasi dan memperkaya semua fisik, mental dan persyaratan emosional ke jalan yang benar. Tumbuh secara spiritual dan menjadi tuan atas diri sendiri.
Semoga bermanfaat dan tunggu artikel selanjutnya mengenai perang cakra di dalam diri kita dan jika kita bisa memenangi peperangan di setiap cakra hingga cakra ke-7 maka akan lahirlah cakra ke-8, cakra baru di atas cakra mahkota… Jangan lewatkan yawh ^^

J.A.Y SS
Life is War for Survival


Referensi:
-         Rony Irianto, Kultivasi Q-RAK, Pustaka Avatar, Jakarta, 2009.
-         The Arrival Film

Jumat, 04 Maret 2011

GOLONGAN PERTAMA YANG MASUK SURGA


Di hari Jum’at yang diberkahi ini saya mencoba untuk mempostingkan mengenai ke-Agama-an, terutama agama Islam tentunya. Walaupun saya ini masih tertatih-tatih belajar agama, tapi tidak salahnyakan untuk berbagi sedikit ilmu dengan saudara-saudari sekalian (Bahasanya jadi agak formal karena terkena sindrom praktikum!?). Setiap orang pasti ingin bahagia, merasakan kesenangan, kenyamanan dan kenikmatan dalam hidupnya, dan pastinya semua tujuan-tujuan hidup kita dan apa yang kita lakukan saat ini tentunya untuk mendapatkan kebahagiaan itu sendiri. Nah katanya nich, kebahagiaan di dunia ini jauh berbeda dengan kebahagiaan dan kenikmatan yang didapatkan di surga bahkan katanya juga kesenangan dan kenikmatan di surga itu jauh melebihi apa yang kita bayangkan/imajinasikan!? Hmm.. begitu indahnyakah surga itu?! Tapi karena saya belum pernah masuk surga jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut!? (Hehehe..) tetapi pada kesempatan kali ini saya mau berbagi mengenai golongan pertama yang masuk surga itu siapa sich!? Ini pun menurut buku-buku yang saya baca, juga diskusi/ceramah yang pernah saya ikuti dan saya ingat tentunya.
            Mereka yang paling awal masuk surga adalah orang yang memiliki derajat tinggi diantara para penghuni surga. Wajah mereka bersinar bagaikan bulan purnama yang menyinari kegelapan malam (tapi kayaknya wajah bersih dan mulus yah, ngga kayak bulan dalam artian bentuk dan permukaannya!?). Keelokan dan cahayanya membuat banyak orang terkesima melihatnya.
            Abu Sa’id meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW., telah bersabda: “Golongan yang pertama kali masuk surga bagaikan bulan purnama, golongan yang kedua bagaikan bintang-bintang yang bersinar di langit. Setiap seorang dari mereka mendapat dua istri (bidadari), setiap istri mengenakan 70 perhiasan, (keelokan dan kehalusan kulit bidadari) hingga tampak sumsum betisnya dari balik kulitnya.”
            Ada beberapa amaliyah yang memiliki keutamaan yang bisa menyebabkan pelakunya mendapat derajat terhormat di sisi Allah, dan ia termasuk golongan pertama yang masuk surga, diantaranya adalah:

1.      Orang-orang yang selalu bersyukur dan selalu memuji kepada Allah, tidak pernah mengeluh dan merintih.
Rasulullah SAW., bersabda : “Orang yang pertama kali dipanggil masuk surga adalah orang yang memuji, yaitu orang yang memuji kepada Allah, baik dalam keadaan bahagia maupun susah.”
2.      Orang yang taat kepada Allah dimana pun ia berada, dan patuh pada atasannya dalam hal yang ma’ruf (perbuatan baik yang di-ridho-i Allah SWT).
Rasulullah SAW., bersabda: “Orang yang pertama mendahului masuk surga adalah seorang hamba yang taat kepada Allah dan taat pada tuannya.”
3.      Orang yang suka berbuat Ma’ruf atau kebaikan sewaktu hidupnya di dunia.
Yang dimaksudkan dengan kebaikan disini,adalah kebaikan dalam pandangan syari’ah (hukum Islam).
Rasulullah SAW., bersabda: “Sesungguhnya ahli ma’ruf (suka berbuat baik) di dunia, mereka akan menjadi ahli ma’ruf di akhirat. Orang yang pertama kali masuk surga adalah mereka yang ahli ma’ruf.”

Demikian diantara beberapa amaliah yang bisa menyebabkan orang yang menjalankannya termasuk golongan pertama yang masuk surga. Semoga dapat memotivasi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya sendiri tentunya masih jauh dari bagian golongan pertama yang masuk surga, apalagi amalan-amalan ma’ruf yang saya lakukan tidaklah seberapa!? Masih banyak kekurangannya, dan saya juga tak luput dari dosa dan kekhilafan, yang terkadang sering munculnya sifat sombong, cuek, ria dan lain sebagainya. Tetapi apa salahnya jika saya ingin berusaha untuk berbuat amalan baik walaupun sekali seumur hidup yang penting mengena keamalan ma’ruf dan terus berusaha berniat menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Semoga postingan ini bermanfaat terutama bagi saya sendiri untuk mengingatkan diri, dan umumnya bagi para pembaca sekalian. Dan semoga bisa menjadi bahan introspeksi diri agar bisa menjadi lebih baik dan berguna bagi diri dan orang lain. Wassalam..

J.A.Y SS
Minazh Zhulumaati IlanNuur..