Jumat, 27 April 2012

MENGUSIR DILEMA untuk BERKARIR~


 Yowh~Yowh~Yowh~^0^

Hehehe~kemaren sempet sharing ama temen2 di Summer Sound dan baru saja nonton dorama Mirai Nikki. Dan dari situlah terlintas untuk menulis sesuatu. Yaaahhh~mungkin pembahasannya mengenai karir dan masa depan, serta harapan orang tua kepada anaknya. Baiklah, kita rancang dan awali pembahasan ini dengan pertanyaan-pertanyaan.

Setiap orang tua memiliki keinginan dan harapan yang besar kepada anaknya, hanya saja terkadang keinginan orang tua itu tidak sejalan dengan keinginan sang anak. Dari sini muncullah dilema yang dialami oleh sang anak karna sebagai seorang anak dia harus berbakti kepada orang tua dan disisi lain sang anak mempunyai keinginan dan harapan yang dia inginkan untuk menjalani kehidupan ini. Lalu apa yang harus dilakukan sang anak agar dia tidak dilema, bisa berkembang dan menjalani kehidupan ini dengan baik? Bagaimana caranya agar sang anak bisa meniti karir-nya dan orang tua-nya pun bangga pada anaknya?Hmm... Sejujurnya saya pun mengalami hal seperti ini, dan saya ingin sedikit sharing bagaimana saya menghadapi kondisi seperti ini.

Setiap orang tua tentunya mengharapkan sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Bukti-nya mereka telah merawat, menjaga dan memelihara kita sedari kecil hingga saat ini. Memberikan fasilitas dan pendidikan yang baik untuk kita. Beruntung dan bersyukurlah bagi kawan-kawan yang menerima fasilitas belajar yang lengkap dan mengenyam pendidikan dari SD, SMP, SMA bahkan hingga kuliah dengan baik. Karena banyak sekali diluar sana kawan-kawan kita yang tidak memiliki fasilitas yang lengkap hingga tidak bisa sekolah dengan baik, karena keterbatasan-keterbatasan  yang mereka miliki. Maka anjuran yang pertama untuk menghadapi permasalahan seperti yang telah disebutkan tadi adalah kita mensyukuri dulu apa yang telah kita miliki. Bersyukurlah bagi kita yang masih memiliki orang tua yang lengkap (Ayah dan Ibu) dan bisa membiayai kebutuhan hidup kita, karena banyak kawan-kawan kita yang yatim atau bahkan yatim-piatu yang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, mereka harus mencari uang dijalanan. Bersyukurlah bagi kita yang masih diberikan kesehatan, yang anggota-anggota tubuhnya lengkap, sistem pernafasannya baik, sistem pencernaannya baik dkk sehingga kita bisa bergerak aktif untuk menjalani hidup, karena banyak dari kawan-kawan kita yang sedang berjuang menghadapi penyakitnya bahkan hingga mempertaruhkan nyawa-nya. Ini semua baru sebagian kecil dari rasa syukur kita didalam kehidupan, Anda bisa menuliskan rasa syukur Anda hari ini. Tulislah! Ingat-ingatlah kembali apa yang bisa disyukuri saat ini, karena mungkin banyak orang harus diingatkan dulu bahwa dia bisa bernafas secara otomatis saat ini karena diizinkan Tuhan dan harus mensyukurinya (bayangkan apa yang dialami kawan-kawan kita yang untuk bernafas saja memerlukan alat bantu).

Pernah mendengar orang yang merasa sangat menyesal ketika orang tua-nya telah meninggal, dia berkata dia,”saya menyesal tidak bisa membahagiakan orang tua ”? Nah, selagi orang tua kita masih hidup bukankah itu merupakan kesempatan kita untuk menunjukkan diri kepada mereka dengan prestasi-prestasi kita dalam kehidupan, sehingga bisa membuat mereka bangga terhadap kita. Tapi kenapa kebanyakan dari kita membatasi diri untuk berkarya dan berprestasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat? Prestasi dalam hidup itu tidak selalu bersifat simbolis seperti piala, trophy, piagam penghargaan dll, tetapi sebuah proses, perjuangan dan usaha kita untuk meraih/mencapai yang kita inginkan tanpa henti, itu juga merupakan sebuah prestasi. Karena orang tua kita, keluarga kita, teman-teman kita pasti melihat apa yang kita kerjakan, apa yang kita upayakan dan merasakan niat kita dan perkembangan kita, dan mereka pasti bangga dengan apa yang kita upayakan, apalagi jika usaha kita itu untuk kebaikan sesama dan bermanfaat bagi orang lain.^^

Untuk mendukung apa yang kita kerjakan dan kita upayakan ini bisa berhasil dan diakui oleh orang-orang disekitar kita, kita harus berada dilingkungan yang tepat. Karena orang itu menilai diri kita tergantung dilingkungan mana kita bernaung. Jika kita menyukai musik, lalu bergaul dan berkumpul bersama para musisi, maka kita pun akan dikenal sebagai seorang musisi. Bahkan orang yang tidak mengerti musik tapi sering berkumpul dengan para musisi, biasanya orang luar mengira kita juga seorang musisi. Seperti sebuah perumpaan yang sering kita dengar, jika kita berkunjung ke toko parfum, maka harus parfum tersebut akan menempel ke tubuh kita, dan jika kita masuk ke toko besi, maka bau besi-lah yang bakal kita bawa-bawa. Jyahahaha~ Jadi, anjuran yang selanjutnya adalah masuk/bergabunglah ke lingkungan/komunitas yang bisa membuatmu baik, berkembang dan diakui oleh masyarakat.^^

Jika kita berada dilingkungan yang positif, maka otomatis kita bakal bertemu dengan orang-orang yang positif. Orang yang positif itu senang membantu dan senang berbagi, maka mereka pun akan senang sekali membagikan pendapat dan bantuannya kepada kita. Maka dilema-dilema yang kita alami bisa diatasi dengan mencari solusi-nya dengan orang-orang yang tepat. Dan biasanya orang tua pun akan memaklumi atau bahkan bisa bangga jika kita bersama orang-orang yang tepat dan apa yang kita kerjakan pun baik. Ingat! Tuhan tidak akan membiarkan hamba-hambanya yang setia dijalan yang benar itu menderita. Dia akan memberikan jalan bagi orang-orang yang beriman. Orang yang beriman itu bisa dilihat dari apa yang ia kerjakan dan ia lakukan, bukan hanya apa yang ia katakan.

Jadi, sikap (attitude) adalah point selanjutnya. Orang tua atau orang lain akan merasa segan, senang dan bangga jika kita bersikap dewasa, arif dan bijaksana. Bersikap baiklah, kendalikan diri, hargai pendapat orang lain dan hormati orang tua. Maka biasanya mereka tidak bisa menolak orang-orang yang baik yang berada di jalan Tuhan, yang ingin bermanfaat bagi sesama.

Segini dulu yawh~postingan kali ini~
Semoga bermanfaat dan terinspirasi~^^

J.A.Y. SS

Rabu, 25 April 2012

I'll Be Back with Bloggers' Shout Out~

Hunyooo~
sudah sekian lama ga nulis di-blog ini. Nah, dengan posting-an ini gwa nyatain (dikata mo nembak!?), gwa kek-nya bakal nulis lagi disini dah (karna beberapa bulan ini melacur dulu di-blog sebelah~) Hehehe.
Gara2 gabung ama Bloggers' Shout Out! nich sich~ Tapi gara2 sudah kepalang terjerembab gabung dan ngeliat blog2 kawan2 disana, jadi memotivasi saya buat nulis di blog ini lagi.(dan tetep ngelacur di-blog tetangga juga :P) Hehehe~

Soalnya klo disini gwa bisa agak bebas mengekspresikan diri sebagaimana gwa biasa-nya~
Nyahaha~

Baiklah, gwa mau sedikit membahas mengenai Bloggers' Shout Out nich yah~.
Nah, Bloggers' Shout Out! itu  adalah organisasi sosial pertama di Indonesia yang khusus mengumpulkan para Blogger untuk melakukan Blogger Campaign. Jadi, para blogger ini bakal berkampanye sambil bawa bendera, terus keliling-keliling kota sambil bersorak-sorai bergembira,bergembira~semua~ (malah nyanyi!?), nah gwa juga belum tau lambang benderanya itu sapi, pohon, ato bulan/bintang... Jyaaaahhhh~ dikate partai politik!!!!???

Jyahaha~ngga gitu juga sich, hehehe~ sebenarnya Blogger Campaign itu adalah kampanye khusus bertemakan sosial dan kemanusiaan yg dilakukan bersamaan secara online lewat postingan blog. Nah dengan begitu ga perlu keliling-keliling kota, panas-panasan dan memacetkan jalan. Kecuali disini sich kalau koneksi internet kalian aja yang lagi macet...Wkwkwk

Para blogger disini sangat berjiwa muda, kreatif, inspiratif, senang memotivasi, senang berbagi dan ingin kehidupannya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain tentunya. Hehehe~^^

Semoga kawan-kawan dari Bloggers' Shout Out! ini bisa menginspirasi dan memotivasi semua rakyat Indonesia. Bisa memajukan bangsa ini, menjaga ketertiban, membuang sampah pada tempatnya, ngga pipis sembarangan, dan cebok sehabis buang air.

Ok... sekian dulu dah dari gwa mah~
Ja'ne~>.<

J.A.Y SS

Jumat, 17 Februari 2012

SUCCESS IS MY RIGHT


        Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hidup ini penuh dengan misteri. Segala kita rencanakan ternyata belum tentu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kenapa demikian? Hmm... mungkin Tuhan mempunyai kehendak lain yang tentunya jauh lebih baik dari apa yang kita inginkan tersebut.

          Namun dalam perjalanannya tanpa disadari ternyata kita mengalami yang disebut miskin mental, yaitu berupa rasa malas (4 L = Lemah, Letih, Letoi, Loyo), berpikir negatif, tidak disiplin, mudah tersinggung/emosi, takut akan tantangan, banyak mengeluh, bimbang/ragu, tidak punya dedikasi, takut perubahan, pesimis/apatis, sulit beradaptasi danlainsebagainya yang tentunya sangat-sangatlah menghambat perkembangan hidup kita menuju ke kebahagiaan.
          Disisi lain ada pun orang-orang yang luar biasa yang kaya mental, yaitu seseorang yang suka tantangan dan berkompetisi, selalu berpikir positif, penuh tanggung jawab, tenang dan tidak emosi, disiplin dan menghargai waktu, cinta pada pekerjaan, penuh loyalitas dan dedikasi, mau bekerja keras, mudah bekerjasama, antusias, ulet juga pantang menyerah, berkemauan belajar dan lain sebagainya yang tentunya mendukung perkembangan kita untuk menjadi lebih baik dan sukses.
          Yaaah~ hidup adalah pilihan, apakah kita mau berkembang dan maju atau pun jalan ditempat bahkan mundur kita sendirilah yang memutuskan. Tapi bukankah tujuan hidup kita semua ingin menjadi sukses dan bahagia. Lalu kenapa masih berdiam diri, tidak mau belajar dan mencoba hal-hal baru yang menarik, penuh tantangan, yang bisa mengembangkan potensi-potensi yang kita miliki?
          Sukses adalah akibat dari sebab-sebab yang kita buat. Semuanya butuh proses, sesuatu yang instan dan mudah itu belum tentu baik bagi kita. Karena hanya orang yang berpribadi kuat dan berjiwa besar yang mampu memikul beban yang besar pula. Dan untuk mencapai dan membangkitkan potensi yang besar itu membutuhkan tempa’an yang amat besar, ibarat pisau yang tajam perlu diasah dengan baik, ibarat pedang yang kuat dan sangat tajam perlu dipanaskan dalam bara api yang suhu-nya beribu-ribu derajat celcius.
          Apa yang ada dibelakang kita dan apa yang ada didepan kita adalah tidak terlalu penting. Jika dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita. Karena musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Diri kita adalah sikap mental kita. Maka renungkanlah kembali apakah kita ini ada pada keadaan mental yang miskin, ataukah yang kaya mentalnya, lalu perbaiki yang salah, setelah itu kembangkan bakat yang terbaik dalam diri Anda.

Attitude is a little thing that makes a Big Difference

          Setidaknya ada dua kondisi yang tentunya dialami oleh kita tentang masa lalu, yaitu:
Kondisi 1    : Apa Yang Ada di Belakang Kita (Sudah Terjadi)
Sebuah kemajuan, kemenangan, keberhasilan, kejayaan, kesuksesan dll. Jangan terlena, jangan besar kepala, mawas dirilah, jangan takut diserang, jangan takut kita tidak siap.
Kondisi 2    : Apa Yang Ada di Belakang Kita (Sudah Terjadi)
          Kesalahan, kemunduran, kekalahan, kemiskinan, kegagalan, kesialan dll. Semua itu merupakan sebuah pendidikan dan pengalaman yang sangat berharga, maka janganlah berkecil hati.

Lalu Apa Yang Ada di Depan Kita (Akan Terjadi). Bisa berupa perubahan, tantangan, permasalahan, halangan, target, tanggung jawab. Janganlah takut untuk menghadapinya dan jangan menyesali apa yang sudah terjadi.

          Banyak orang yang ingin menjadi orang yang besar dan sukses. Namun untuk mendapatkan itu kita harus membayar harganya. Harga sebuah kebesaran adalah tanggung jawab. Tanggung jawab kita kepada Tuhan, kepada diri sendiri, orang lain, alam dan waktu.
          Sebenarnya, kita bekerja bukan untuk atasan/boss tetapi... Kita bekerja untuk diri kita sendiri sesuai dengan tanggungjawab dan kepercayaan yang diberikan kepada kita.

Sebuah kesuksesan lahir bukan karena kebetulan atau keberuntungan semata. Sebuah sukses terwujud karena diikhtiarkan melalui target yang jelas, perencanaan yang matang, keyakinan, kerja keras, keuletan, dan niat baik.
­-Andrie Wongso-

          Orang-orang yang biasa-biasa menganggap target sebagai beban yang melelahkan. Orang-orang yang luar biasa menganggap beban sebagai target yang menggairahkan.

Sumber:
Andrie wongso - Motivation Training

TUJUH KAIDAH DI BALIK MUSIBAH


      Mr. Problem (sebutan bagi masalah) merupakan sesuatu yang tentunya banyak orang yang ingin menghindarinya bahkan inginnya jauuuuh darinya. Tapi yaaah~ mau gimana lagi? Ia-kan merupakan salah satu sahabat kita yang paling setia menemani kita higga kita mati (bahkan di dalam kematian pun ia masih bisa menemani kita!?). Tatkala masalah meruncing, kegembiraan berkurang. Tatkala hidup sedang rumit atau terjepit, keriangan hati menghilang. Kemudian, tatkala musibah menerpa, reaksi negative orang pun bermacam-macam. Yang tak sabaran kerap melampiaskan kemarahan, yang melankolis suka berendam dalam kemurungan. Saat tertimpa musibah, pikiran kita sering disibuki oleh kegiatan mengambinghitamkan keadaan, diri sendiri atau orang lain. Laju detik dan menit terasa menghimpit. Rongga dada sesak, tengkuk terasa kaku seperti kayu, tapi tenaga lekas lemas terkuras.

Musibah itu ada tiga jenis: (1) Hukuman atas dosa dan maksiat, ciri-cirinya si penerima terus mengeluh; (2) Penghapusan dosa, ciri-cirinya si penerima bersabar; (3) Pengangkatan derajat, ciri-cirinya si penerima ridha ... merasa sedang di uji dan dipilih Allah SWT
-Syekh Abdul Qadir Jailani-

          Kita semua tahu, untuk naik kelas, seorang siswa harus lulus ujian. Supaya cepat naik jabatan, seorang karyawan mesti mengantongi sederet prestasi. Begitupun sebagai hamba Allah. Agar menempati posisi istimewa di sisi-Nya, kita harus lulus dalam menjalani aneka ujian kehidupan.
          Ruang ujian Allah pada hamba-Nya terdiri atas empat perkara: (1) diri, yakni raga dan nyawa; (2) harta; (3) kehormatan; serta (4) keluarga atau orang yang dicintai. Pada keempat hal inilah Allah menurunkan rupa-rupa derita yang tak diingini manusia, seperti: sakit, sekarat, belenggu kemiskinan, kondisi keterhinaan, rasa kehilangan dll. Supaya derajat kehambaan kita meningkat, kita harus senantiasa sadar bahwa tatkala derita atau kesulitan menerpa, Allah sesungguhnya sedang menguji keimanan kita. Allah sedang menilai kualitas penghambaan Anda pada-Nya.
          Saudara-saudaraku yang baik hatinya. Pegangi dan yakini dengan sepenuh hati kaidah-kaidah berikut ini, niscaya engkau tangguh dalam melintasi kesulitan hidup:

1.   Keadaan pasti berubah, berpindah dan berganti. Allah menakdirkan berpasang-pasang hal yang saling berlawanan. Tiap pasang mempunyai batas masing-masing. Tatkala salah satu telah sampai pada batasnya, ia akan berubah menjadi kebalikannya.Kaidah pergiliran / pergantian ini menurut Ibnu Qayim berlaku pada pasangan ‘siang-malam’, ‘tanam-panen’, ‘sehat-sakit’, ‘kaya-miskin’, ‘lapang-sempit’, ‘senang-sedih’, ‘jumpa-pisah’, ‘cinta-benci’, ‘mulia-hina’, ‘menang-kalah’,’gagal-sukses’, dll.

Hikmah yang dapat kita petik dari kaidah pertama ini adalah bahwa tiada kesempitan abadi di dunia ini. Cepat atau lambat, kesempitan pasti berganti menjadi kelapangan. Kesulitan pasti berubah jadi kemudahan. Itulah kehendak Allah Sang Mahatahu. Inilah kebenaran sederhana yang mudah diterima nalar. Sungguh menyedihkan bila ada orang yang meyakini bahwa keadaan sedih, sulit, sakit, hina, kalah, atau gagal bersifat abadi di dunia ini!

2.   Semua musibah pada mulanya terasa besar, tetapi pada akhirnya pasti mengecil. Kepanikan tak mungkin berlangsung lama. Benturan dan tekanan terasa berat hanya pada awalnya saja. Segala masalah pasti mengerut, mengecil, dan akhirnya menghilang. Kita harus sabar menghadapi benturan pertama supaya beroleh pahala. Sabar pada benturan merupakan ciri khas orang mulia.

Saat tertimpa kesulitan hidup, kita tak boleh beranggapan bahwa kita akan menderita seterusnya. Musibah itu laksana tamu. Ia pasti meninggalkan kita. Cepat atau lambat, ia akan menjauh, hingga akhirnya menghilang dari keseharian kita. Musibah tak akan menghabisi kita laksana maut. Musibah diturunkan Allah untuk tujuan menyucikan , menguji, memberi pelajaran, atau menghapus dosa-dosa kita.

3.   Tanpa ada musibah, kita tidak akan tahu nilai sebuah nikmat, ketenangan, dan kesehatan. Saat tertimpa musibah, kita baru sadar betapa bernilai dan indahnya suatu nikmat.

Saat terbentur musibah, kita jadi mengingat hari-hari yang menyenangkan dan saat-saat yang menggembirakan. Kemudian, tatkala benturan musibah itu berlalu kita jadi lebih menghargai nikmat yang pernah kita terima, mensyukurinya, dan berusaha mengikatnya dengan bertekad untuk lebih taat kepada Allah SWT.

4.   Beban suatu musibah sedikit demi sedikit pasti berkurang dan lama-lama akan menghilang. Begitulah ketentuan yang digariskan Tuhan. Masalahnya, orang sering kali tak sadar bahwa musibahnya telah berlalu ... bahwa dirinya telah kembali ke kondisi normal. Sebagian orang malah berupaya menghidup-hidupkan beban musibah yang telah dilaluinya.

5.   Semua peristiwa terjadi atas pilihan Allah. Setiap kebaikan atau keburukan yang diturunkan Allah kepada seorang muslim adalah pilihan terbaik baginya. Musibah yang menimpa seorang hamba pun merupakan kebaikan baginya. Kenapa? Karena di balik setiap ujian, ada hikmah dan rahasia kebaikan. Bukan tugas kita untuk mengungkap rahasia di balik musibah yang sedang kita alami. Tugas kita hanyalah menerima musibah itu dan berserah diri kepada Allah. Lantas, agar hati kita tak gundah saat menghadapi masalah atau musibah, kita perlu memegangi prinsip berikut ini:”Apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik baginya, dan apa yang dianggap buruk oleh manusia belum tentu buruk baginya. Sungguh Allah yang lebih tahu.”

6.   Tatkala musibah telah mencapai puncaknya, saat itulah giliran kemudahan dan kelapangan tiba. Jika kesulitan telah mencapai puncaknya, jalan keluar pasti datang. Itulah aturan yang sudah Allah gariskan untuk alam. Sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan akan kembali menjadi kekurangan lalu berujung pada kepunahan.

7.   Tatkala seorang hamba merasa segala upayanya telah menemui jalan buntu, saat itulah giliran kelapangan dan kegembiraan tiba. Ketika seorang hamba sudah tidak punya harapan lagi kepada sesama manusia, harapan kepada Allah akan timbul dihatinya. Itulah fitrah manusia. Jika sudah sampai pada tahap demikian, maka yang harus dia lakukan adalah kembali kepada Allah, bersujud sepenuh hati, seraya mengakui segala kekurangan dan ketidakmampuan, lalu memanjatkan harapan dan permohonan. Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang berharap kepada-Nya. Inilah sunah yang tak akan pernah berubah, sampai kapan pun. Hanya saja, satu hal yang perlu kita ingat, sunah ini tidak berlaku bagi hamba yang masih menyekutukan-Nya.

Sumber:
-     Suara granada, Edisi 004/II/2012

Senin, 30 Januari 2012

WAWASAN DAN PENGETAHUAN TENTANG ILMU GIZI

Berada dalam era perekonomian yang berkembang pesat, manusia dihadapkan pada keharusan untuk dapat selalu memenuhi kebutuhan akan makanan tidak hanya dengan cara mengumpulkan di alam bebas. Manusia tidak perlu harus menanam dan memasak
sendiri bahan makanan yang akan dimakan. Makanan dapat diperoleh di rumah makan ataupun restoran, tapi tentu saja tidak asal membeli semua jenis maknanan yang ditawarkan , tapi harus tetap memilih makanan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi.

Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Makanan yang aman adalah makanan yang tidak mengandung unsur-unsur yang membahayakan kesehatan, serta makanan yang tidak terkontaminasi baik oleh mikroorganisme maupun bahan kimia berbahaya. Sedangkan makanan yang higienis adalah makanan yang diolah dan disajikan melalui proses yang bersih. Makanan tersebut jika memenuhi unsur tadi (sehat, aman dan higienis) jika dikonsumsi akan memberikan manfaat bagi tubuh sehingga kesehatan yang optimal tetap terjaga.

Diawali dari penemuan Lavoiser di bidang gizi, satu persatu para ahli mulai menemukan susunan kimia dalam makanan yang berguna bagi kesehatan tubuh. Susunan kimia
dalam makanan tersebut yang selanjutnya dikenal dengan zatzat gizi. Zat gizi tersebut dikelompokkan menjadi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Masing-masing zat gizi tersebut dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang berbeda-beda. Perbedaan kebutuhan zat gizi pada manusia didasari oleh umur, jenis kelamin, kondisi fisiologis dan tingkat aktifitas rutin yang mereka lakukan

Di Negara kita, masalah gizi masih banyak dijumpai. Masalah gizi yang diakibatkan kekurangan beberapa zat gizi masih dialami oleh masyarakat Indonesia. Masalah-masalah gizi yang dialami oleh masyarakat seperti KEP (Kurang Energi dan Protein), Anemia (kekurangan darah), KVA (Kekurangan Vitamin A), dan GAKI (Gangguan
Akibat Kekurangan Iodium) serta folio.

Ilmu yang mempelajari tentang zat-zat makanan dan hubungan dengan kesehatan disebut ilmu gizi. Zat gizi adalah zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh. Untuk hidup manusia mendapatkan makanan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh, makanan yang aman adalah makanan yang tidak mengandung unsur-unsur yang membahayakan kesehatan serta makanan yang tidak terkontaminasi baik oleh mikroorganisme maupun bahan kimia yang berbahaya. Zat gizi dikelompokan menjadi dalam bentuk zat kimia yaitu : karbohidrat, protein, lemak mineral, vitamin dan air. Perbedaan kebutuhan zat gizi pada manusia di dasari oleh umur, jenis kelamin kondisi fisiologis dan tingkat aktifitas yang dilakukan. Berdasarkan rumusan tehnik perencanaan gizi dan pentingnya pengaturan makanan, maka perlu diketahui syaratsyarat makanan, menyusun menu seimbang dan pengaturan makanan khusus untuk pencegahan penyakit.

Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh. Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.

Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.

Senin, 23 Januari 2012

JAY HELLPACKER @ YOGYAKARTA part 1


              Hayayaya~ disini gwa mau cerita-cerita soal perjalanan gwa ke Jogja. Nyahahaha~ dimulai dari niat gwa pergi ke Jogja nich, rencananya gwa mau ikutan pelatihan certified training for trainer di Wisma MM UGM Yogyakarta. Hmm... Emang ditahun ini gwa udah ngerencanain untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan mendapatkan sertifikat agar bisa mengembangkan diri demi meraih masa depan, impian dan cita-cita gwa dan mendapatkan apa yang gwa inginkan.^^
            Hari kamis malam setelah gwa beres nonton drama yang saat itu tinggal 2 episode terakhir, gwa pun segera berangkat ke terminal cicaheum, awalnya sich mau pakai kereta, tapi malah kehabisan tiket ampe tanggal 24 Januari...==’ Hehehe... dan akhirnya gwa pun menyiapkan diri menggunakan bis menuju Jogja. Pkl 19.00 gwa udah nyampe terminal dan berharap bis budiman menuju Jogja masih ada, tetapi nampaknya gwa telat dan yang tersisa tinggal bis yang terlihat jadul dan nampak suram yang bertuliskan ALADIN, namanya kok hampir sama ama pisang ijo alternatif yang gwa beli kalau pisang ijo Sayogi ngga ada, maklum menurut gwa pisang ijo ala’din terlalu pelit soalnya fla-nya cuman dikit dibandingkan pisang ijo sayogi mah... Loh!? Malah ngebahas pisang ijo!!??==a. Pkl 19.07 bis pun berangkat dengan gaya kura-kura (lambat) -> biasalah sambil nyari penumpang, karena emang di dalam bis, penumpangnya emang sedikit. Gwa duduk dibagian tengah body bis, seperti biasanya di dalam bis banyak tukang dagang yang maksa-maksa pembeli membeli dagangannya, dan ada nich orang yang maksa-maksa ke gwa bwt beli dodol katanya buat oleh-oleh ke Jogja... Gwa pun maksa-maksa buat nolak, sorry sob~gwa ke  Jogja bukannya pulang kampung, gwa mo kesana mo menuntut ilmu (lagian gwa juga kudu berhemat!). Oh iyah~ ongkos ke jogja pakai bis ini sebesar Rp.80.000 (padahal gwa kira cuman Rp.50.000, soalnya ngeliat kondisi nich bis ==’). Dan Berikut ini urutan waktu dan tempat selama perjalanan menuju Jogja:

19.07   : Berangkat dari Cicaheum
20.36   : Nagreg
22.16   : TasikMalaya
23.56   : Banjar
00.13   : Kab. Cilacap
02.26   : Purwokerto


            Hehehe... gwa seneng ama nich bis, pas tengah malam kayaknya nich sopir udah mulai kesurupan Jin Michael Schumacher, soalnya nich bis ngebut banget, suka nyabet bis-bis dan kendaraan-kendaraan lain didepannya >.< (sambil berharap selamat diperjalanan dan cepat sampai ditujuan). Tetapi, pas gwa lagi enak-enaknya beristirahat, pas nyampe terminal Purwokerto, gwa malah dimutasi ke bis lain!!?? (nampaknya cuman gwa sendirian penumpang menuju Jogja dari Bandung~..~a). Yaaah sudahlaah~gwa pun pindah bis dan tetep duduk dibagian tengah body bis. Pkl 03.08 bis yang gwa lupa apa namanya tetapi sama suramnya ini pun segera berangkat.
            Sekitar pkl 06.15, bis udah berada di terminal Purworejo. Hmm... penumpang dah mulai penuh nich, dan ada seorang cewe yang duduk disamping gwa, dan kami pun mengobrol-ngobrol, yaah~ ternyata nich cewe tipe sifatnya sanguin banget (mudah akrab), dia pun memberi tahu saya kalau ke Jogja sebaiknya pakai Trans Jogja kalau mau main/jalan-jalan. Dan karena udah di daerah Jawa Tengah yaah~otomatis disini orang-orangnya udah pakai bahasa Jawa... Dan pastinya gwa ga ngerti apa yang mereka bicarakan... ==a. Sekitar jam 8an pada akhirnya nich cewe segera turun dari bis di depan kampusnya (STIKES daerah sanalah), Dan gwa lupa nanya nama (tapi gwa dah ngasih kartu nama gwa)... Oh iyah, terima kasih yawh atas info-infonya^^.
            Sekitar pkl.08.30-an gwa pun dah nyampe di Terminal Giwangan Yogyakarta... Huyeee~ Akhirnya selama hampir 23tahun ini gwa menginjakan kaki di Yogyakarta!!! Ini pertamakalinya gwa ke Jogja loh~sendirian pula~...Nyahahaha~maklumlah pas sekolah gwa ga kebagian study tour ke Jogja soale (yaah~paling ke Jakarta lagi~). Nich terminal emang gede dan nampak rapih dan teratur... Tujuan awal gwa adalah survei tempat pelatihan di Wisma MM UGM, setelah bertanya ke om tukang karcis (bayar Rp.200 kalau masuk terminal) naik apa menuju Jl.Colombo gwa pun segera berangkat pakai kendaraan sejenis metro mini jalur 7. Gwa pun pertamakalinya naik angkutan kek ginian dan cuman bayar Rp.2.500 saja, didalam bis gwa bener-bener roaming ama bahasa yang mereka gunakan (bahasa jawa)... Shyiiieeettt~ga ada google translate Jawa-Indonesia nich?==a.
            Hehehe...petualangan pun dimulai, nampaknya jalan yang gwa tuju ke lewat dech~ dan pada akhirnya saya pun turun di jalan yang saya lupa apa namanya?! Haduuuhh~nama-nama jalan di Bandung aja gwa lupa apalagi disono. Dan inilah saat-saat perdana gwa nyasar di kota ini (maklum hampir 23tahun di Bandung gwa sering nyasar, apalagi di Jogja!?==”). Pokoknya gwa bener-bener jalan disini, dan sepanjang perjalanan gwa baru sadar, ternyata ga satu pun angkot menampakkan diri disini. What the Hell?! Di Bandung angkot tuch pada numpuk dan ribut manggil-manggil penumpang...Laaah~disini adem-ayem, aman, tertib, damai dan sejahtera, walopun gwa bingung, soalnya gwa ga hafal ama jalur-jalur kendaraan disini. Bahkan peta (yang gwa gambar sendiri) benar-benar ga guna (soalnya gwa bwt dari arah stasiun lempuyangan – MM UGM). Yaaah~ mengikuti instink gwa pun pergi ke arah barat (dikata mencari kitab suci!!) walopun gwa bingung, barat itu ke arah mana?! (Buta arah dan ga bawa kompas).

            Gwa pun berjalan dan terus berjalan, busyeeettt disini panas amat ternyata!? Hmm... gwa merhatiin jalan-jalan disini (bentuknya ga jauh beda ama jalan-jalan di Bandung) cuman lebih tertib dan bersih, gwa pun liat banyak orang-orang yang pakai batik (seragam hari Jumat keknya). Gwa jalan melewati Universitas Khatolik apaaa gituuu, terus melewati SMPN 5 Yogyakarta, gwa terus jalan (hampir ngesot sich), sekitar 4-5km gwa jalan hingga akhirnya tiba di jalan Malioboro... HOREEEE!!??? Baru pertama kalinya gwa kesini (biasanya cuman ngedenger ceritanya doang!?) nyampe sini gwa ditawarin naik Becak Rp.5000 buat keliling-keliling di daerah sini. Gwa pun jalan-jalan dulu ampe nemuin Mall Malioboro, gwa masuk kesana nyari foodcourt, gwa bukannya kelaparan, tapi gwa kehausan dan kepanasan, nyampe foodcourt di lantai paling atas, gwa langsung beli Ice Cream rasa Coklat, Strawberri dan Vanilla seharga Rp.15.000, gwa nyari tempat duduk buat beristirahat (punggung dah pegal ngebawa tas berat). Gwa beristirahat ampe jam 11.15, terus gwa berjalan lagi nyari masjid buat shalat jumat, dan menemukan masjid di Jl,Suryatmajan.Nyampe masjid, gwa wudhu terus shalat sunat dan ternyata disini udah ramai karena ada seseorang yang meninggal dan jenazah akan dishalatkan setelah shalat jumat. Gwa pun ikut shalat mayat (sehabis shalat jumat).
            Cuacanya benar-benar cerah dan paaannaaassss~..~rencana selanjutnya pokoknya gwa harus survei tempat pelatihan. Lalu gwa pun balik lagi ke Malioboro menuju halte trans jogja, sekalian nyoba jalan-jalan pakai trans jogja dan ternyata cuman Rp.3000 saja, gwa pakai jalur 2A. Ini bis emang enak dan nyaman, ber-AC, petugasnya ramah-ramah dan mereka nampak menikmati pekerjaan mereka, karena di setiap halte mereka selalu bercanda dengan rekan-rekan kerja mereka, dan terasa aura positif yang membuat penumpang merasa nyaman untuk bertanya atau sekadar mengobrol. Gwa melihat-lihat pemandangan di jalan-jalan daerah Jogja dan gwa benar-benar ga ngeliat angkot disini?! Dan memang kendaraan berjalan dengan lancar (biasanya yang kebayang kalau di Bandung ada angkot yang tiba-tiba belok atau berhenti!!??). Dan pada akhirnya saya sampai di Halte Colombo, saya turun disana dan mulai mencari Wisma MM UGM...eh ternyata ga jauh dari halte. Gwa pun tenang karna dah tau lokasi pelatihan. Gwa pun kembali berjalan-jalan, hingga menemukan tukang Pisang Ijo didaerah sana. Hehehe~tanpa pikir panjang, gwa pun beli nich pisang ijo sekalian ngebandingin ama pisang ijo di Bandung. Singkat cerita gwa udah naik Trans Jogja lagi dengan tujuan keliling-keliling Jogja (cuman Rp.3000), di dalam bis sambil mencoba pisang ijo asal Jogja...Hmm dan rasanya kok kayak kolak yah? Isinya ada bubur lemu, santan kelapa dan pisang ijo yang rasanya mirip kolak (malah jadi kangen manisnya pisang ijo sayogi bandung.>.<).

            Pisang Ijo pun abis dan semua penumpang diturunkan di Terminal Jombor. Kekonyolan gwa pun berlanjut, diterminal Jombor bukannya gwa nunggu bis, gwa malah jalan-jalan di jalan yang tak berujung, gwa berjalan di Jl.Magelang menuju Malioboro... Hmm sekitar 6,6 Km gwa berjalan nich... Rasanya benar-benar capeee, beraaaatttt, haaauuuuuussss~ (dan bisa-bisanya gwa berhalusinasi ada Angkot Kalapa-DayeuhKolot disini!?). Dekat-dekat malioboro ada tukang becak yang menawarkan jasanya sekalian mencarikan penginapan murah di daerah malioboro, gwa pun naik becak (sekalian istirahat), kami pun mengobrol-ngobrol dan gwa minta penginapan yang di bawah Rp100.000. Hehehe... si Mas-nya malah bilang “Ga ada toh mas, paling yang ada yang 100ribuan itu juga kamarnya jelek.” Hmm... yaaahh ga apa-apa dah, toh cuman semalem, sekalian belajar prihatin...Nyahaha~. Akhirnya gwa pun menemukan hotel yang seharga Rp.90.000.,  hmm lumayanlah dan bayar becak cuman Rp.10.000,- jadi totalnya Rp.100.000, Gwa pun nginep di Hotel Kalingga di Jl. Juminahan (tinggal lurus dari Jl.Suyatmajan), kebagian kamar no.9 di ujung sudut hotel, gwa pun masuk kamar...hmm kamarnya agak gelap, remang-remang, ada kamar mandinya, tapi ga masalah sich buat gwa mah. Hehehe~gwa buat senyaman mungkin. Gwa disuguhi teh manis hangat ama pengurus hotel. Karena badan berkeringat dan cuaca yang panas, gwa langsung mandi dan beristirahat sejenak.
            Sudah cukup beristirahat, sekitar jam 19.00, saya jalan-jalan ke daerah malioboro untuk mencari sesuap nasi (dikata mau ngemis!?) banyak pernak-pernik khas Jogja, rasanya pengen banget beli sesuatu buat oleh-oleh. Tapi karna ada feeling aneh dan kebetulan gwa ga bawa banyak uang, jadi gwa pending dulu dah oleh-olehnya... Hahaha~walopun rasanya bener-bener pengen beli, tapi daripada gwa ga bisa balik ke bandung yaaah~mo gimana lagi. Toh, niat gwa ke Jogja mau menuntut ilmu...>.< (alibi!?). Gwa jalan-jalannya ga terlalu lama, sehabis makan dan nonton anak-anak Jogja lagi model kontes dan nyanyi ala Chinese (mo imlekan), gwa pun langsung balik ke Hotel, beristirahat menyiapkan diri buat pelatihan keesokan harinya.^^

JAY S.S
The Bounty Hunter

Senin, 16 Januari 2012

LIFE LIKE MACHINE...?!


          Setelah sekian lama kita hidup hingga saat ini, melakukan berbagai aktifitas mulai dari mata melek ampe mata belek-an mengarungi samudera kehidupan, menantang ombak dan badai permasalahan, terbawa arus lingkungan, hingga hanyut ke liang suka dan duka (pengen buat kata-kata keren malah jadi ngaco!?). Hampir dari seluruh kehidupan kita dari kecil hingga dewasa kita isi dengan mengenyam pendidikan. Bernostalgia ke masa kecil kita yang masih ingusan disaat-saat berangkat ke sekolah pake ransel penuh warna bergambarkan ksatria baja hitam, menggunakan sepatu yang bisa nyala kelap-kelip... terus apalagi yawh? (amnesia masa kecil!?==a), lalu mengerjakan tugas/PR (beberapa menit sebelum pelajaran di mulai), lalu belajar (ada komik dibalik buku pelajaran), lalu ujian (kertas-kertas ghaib sudah disiapkan), dan pulang ke rumah (nonton Jiban, WingsPector, Jiraiya...). Terus keesokan harinya mengulang aktifitas yang sama dan mungkin terus berlanjut hingga SMA, atau pas kuliah pun jadi mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah-Pulang), KUMA-KUMA (kuliah-main), KURA-KURA (kuliah-rapat), KUNANG-KUNANG (Kuliah-Nangis à galau keknya), KUDE-KUDE (Kuliah-Demo), KUSURUPAN (Kuliah-Suram-Rusuh-Panik),  KKK (Kuliah-Kantin-Kosan) dll. Jyaaah~kalau dihitung-hitung hampir seluruh hidup kita telah dihabiskan untuk sekolah dan kuliah (bagi yang sekolah dan kuliah tentunya...Xp)

            Lalu apa efek dari hasil pembelajaran kita dalam dunia pendidikan/akademis selama ini? Seberapa pengaruhnya pelajaran-pelajaran yang telah kita pelajari dari TK-SD-SMP-SMA-Kuliah terhadap kehidupan kita? Jujur saja, saya sudah lupa tentang pelajaran IPA, IPS, apalagi matematika!? Karena biasanya kalau ada yang sakit perut, saya paling jawabnya “kamu mungkin salah makan” atau “mungkin kamu masuk angin”, bukannya menjelaskan “sistem pencernaan kamu bermasalah dimana aktivitas sel-sel dalam tubuh terganggu karena kekurangan nutrien, elektrolit, enzim-enzim juga terhambatnya fungsi gastro intestinal tract, defekasi blablablabla...” (bingungkan?!walopun kedengarannya keren...Hehehe). Tapi haruskah dalam menjalani hidup kita menjelaskan semuanya secara teoritis? Padahal sebenarnya hidup ini berisikan sumber-sumber yang tak pernah kita telusuri dan syukuri secara penuh. Hidup yang berisikan tawa dan air mata, kita tertawa karena kita senang dan bahagia, kita menangis mungkin karena ada seseorang yang menusukan bawang bombay ke mata kita?!(teman yang sadis!?). Hidup pun berisikan sebuah kebaikan dan keburukan. Life is extraordinary beautiful.

Gordon Dryden & Dr. Jeanette Vos berkata:
“Sungguh mengejutkan bahwa “mata pelajaran” terpenting justru tidak diajarkan dikebanyakan sekolah, yaitu Cara menentukan masa depan serta Cara menciptakan ide-ide baru”

            Sayangnya kebanyakan orang biasanya hanya mempersiapkan sudut kecil dari kehidupan yang luar biasa indah ini. Dari kecil kita masuk TK lalu SD, lalu kita berusaha lulus ujian menuju SMP, masuk SMP kita berusaha untuk lulus ujian menuju SMA, lalu bergejolaklah gejala-gejala stres, frustasi, depresi, cemas, khawatir dll ketika menghadapi ujian nasional yang menjadi momok yang mengerikan bagi kebanyakan siswa, orang tua juga guru, lalu kuliah yang biasanya dijalani dengan penuh keluh-kesah dikarenakan tugas-tugas, BT ama dosen dsbgnya, skripsi selesai hingga akhirnya dapat gelar, terus cari pekerjaan (to become job-seeker), lalu cari cewe/cowo buat dikawinin, terus punya anak... dstrsnya ampe modar...Lalu lalu lalu? Hoyoo~sehari-hari semakin menyerupai mesin. Melakukan hal yang sama tanpa arti, tanpa arti akan kehidupan yang ‘kaya’ dan ‘sesungguhnya’. Sampai akhirnya ia menjadi tua. Is that all?

            BE YOUR SELF, ONLY GOOD and THE BEST. Jadilah dirimu sendiri, tapi hanya dirimu yang terbaik untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Kembangkan potensi yang ada, berusahalah memperbaiki segala kekurangan. Yah~tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, setiap pribadi memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi bukan berarti kita pasrah terhadap kekurangan diri. Menerima segala kekurangan bukan berarti membiarkan kelemahan kita bersarang hingga tumbuh-kembang di dalam diri. Tetapi kita pun harus menahan mengurangi atau bahkan merubahnya jadi kelebihan kita sendiri. Berusahalah untuk melakukan yang terbaik, niatkan diri untuk menjadi pribadi yang disenangi, disegani, bermanfaat dan berharga bagi sesama. Maknai hidup kita dengan kebaikan, berbagi kesenangan dan kebahagiaan, berbagi energi positif, saling memotivasi, lindungi bumi kita ini dari perusak-perusak yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan hanya mengejar serta mengumpulkan materi untuk keuntungan pribadi. Rasakan dan nikmati hidup dengan penuh tantangan dan petualangan, jangan sampai terjebak ke dalam “comfort zone” yang menjadikan kehidupan kita bagaikan mesin yang terus berputar-putar dalam lingkaran syetan.

JAY S.S
The Bounty Hunter